Bener-bener gak ada basa-basinya deh orang-orang Singapore, istilah inggrisnya tuh straight forward gitu. Seperti judul untuk tulisan ini lah. Bukan kebetulan semata ketika kami memilih Singapore sebagai negara pertama yang kami tuju dalam perjalanan jauh kami ini, tapi karena penerbangan termurah dibanding ke KL dan Bangkok. Namanya juga budget traveler, apapun itu kan maunya yang murah-murah.
Setelah kurang lebih dua setengah jam penerbangan dari Ngurah Rai airport, sampailah kami di Changi airport. Tanpa ba bi bu, kami menuju information center untuk menanyakan route bus atau train menuju Geylang, karena kami menginap di daerah sana. Tanpa ba bi bu juga, seorang wanita yang kami tanya menjawab,
"Because this is your first time, it's better for you to take taxi to get there, it charges you around 15 SD. Bus or MRT are too difficult for you. Please wait in line over there. And I hope you enjoy your staying in Singapore."
Ealah... Wong pengennya tuh ngirit, makanya kami nanya gimana caranya naik bus atau train. Kalau naik taxi kan ya gak perlu nanya sampeyan to, mbak. Kami berlalu setelah berterimakasih, dengan perasaan bingung sedikit dongkol bergabung dengan antrean ular naga panjangnya.
Sesampainya di hotel, kami cuma check in dan langsung keluar untuk jalan-jalan. Kejadian hampir serupapun terjadi ketika kami menanyakan dimana station MRT terdekat. Sambil menunjukkan peta mungil di balik business card hotel, seorang receptionist yang kami tanyai menjelaskan tanpa senyuman,
"You are here, just follow this road until you find this lorong, turn left and go straight. The station is on your right. It's around minutes from here."
Mungkin itu kali ya, yang bikin Singapore bisa seperti sekarang ini, teratur, nyaman bagi semua orang, hampir semua sudut kota bersih, public transport bagus, pedestrian nyaman banget. Tidak bertele-tele mirip robot.
![]() |
| kubah durian 'esplanade' |
Setelah kurang lebih dua setengah jam penerbangan dari Ngurah Rai airport, sampailah kami di Changi airport. Tanpa ba bi bu, kami menuju information center untuk menanyakan route bus atau train menuju Geylang, karena kami menginap di daerah sana. Tanpa ba bi bu juga, seorang wanita yang kami tanya menjawab,
"Because this is your first time, it's better for you to take taxi to get there, it charges you around 15 SD. Bus or MRT are too difficult for you. Please wait in line over there. And I hope you enjoy your staying in Singapore."
Ealah... Wong pengennya tuh ngirit, makanya kami nanya gimana caranya naik bus atau train. Kalau naik taxi kan ya gak perlu nanya sampeyan to, mbak. Kami berlalu setelah berterimakasih, dengan perasaan bingung sedikit dongkol bergabung dengan antrean ular naga panjangnya.
![]() |
| Marina Bay terlihat dari Esplanade |
Sesampainya di hotel, kami cuma check in dan langsung keluar untuk jalan-jalan. Kejadian hampir serupapun terjadi ketika kami menanyakan dimana station MRT terdekat. Sambil menunjukkan peta mungil di balik business card hotel, seorang receptionist yang kami tanyai menjelaskan tanpa senyuman,
"You are here, just follow this road until you find this lorong, turn left and go straight. The station is on your right. It's around minutes from here."
![]() |
| Kumpulan gedung entahlah yang terlihat juga dari Esplanade |
Mungkin itu kali ya, yang bikin Singapore bisa seperti sekarang ini, teratur, nyaman bagi semua orang, hampir semua sudut kota bersih, public transport bagus, pedestrian nyaman banget. Tidak bertele-tele mirip robot.








